Monday, February 14, 2011

Teh Botol, Kasih Seorang Ibu


Dalam ceramahnya, seorang Ustadz bercerita bahwa dia menerima sms dari seorang anak menanyakan “bolehkah menyiram kuburan dengan air teh botol?”  

Untuk menjawab pertanyaan tersebutnya sang ustadz merasa perlu mengetahui apa latar belakang anak tersebut  bertanya demikian, maka beliau terlebih dahulu menemui anak itu. Rupanya anak tersebut mempunyai ibu yang telah meninggal yang dulunya beprofesi sebagai pelacur. Menurut cerita sang anak ibunya kalau maupergi menjalankan profesinya selalu setelah mendirikan shalat Isya. Setelah pulang diapun mandi dan shalat dua rakaat. Setiap malam sang ibu selalu membawakan teh botol untuk sang anak, karena anaknya ini sangat menyukai teh botol. Dan teh botol tersebut selalu dibawa dalam kantong plastik.

Setelah ibunya meninggal, dari cerita teman-teman sang ibu, diketahui bahwa teh botol yang dibawa pulang tersebut berasal dari sisa sisa minuman para tamu. Beliau ingin selalu memberi oleh-oleh untuk anaknya, sesuatu yang disukai anaknya walaupun penghasilnya sangat tidak mencukupi. Sang ibu berusaha menghemat uang demi untuk masa depan seorang anak, serta niat untuk dapat segera terbebas dari jeratan ‘maksiat”.  

Diceritakan bahwa sang anak ingin berbakti kepada orang tua dengan cara memberi siraman air teh botol dari botol yang asli (bukan dengan kantong bungkus plastik) sambil membacakan doa agar ibunya diberi ampunan oleh Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Sang ustadz menambahkan bahwa kita tidak bisa menyamaratakan pandangan atas suatu kasus. Yang mungkin punya latar belakang yang kita tidak ketahui.

Subahanallah.

No comments: